Menu
0 Comments

Panduan Lengkap Bagi Penderita Intoleransi Laktosa

Intoleransi laktosa, adalah ketidakmampuan mencerna gula susu, dan hal tsb sangat umum terjadi dewasa ini. Laktosa merupakan gula alami yang dapat ditemukan di susu dan produk susu. Jika Anda tidak mempunyai cukup enzim untuk memecah laktosa di makanan yang Anda makan, Anda akan mengalami beberapa gejala tidak mengenakan seperti gas, bloating, diare, kram.

Intoleransi laktosa berbeda dengan alergi pada susu, alergi susu itu hipersensitivitas terhadap protein dalam produk susu. Jika Anda alergi pada susu, mengonsumsi produk yang laktosanya telah dikurangi tidak akan mencegah reaksi alerginya.

Kaitan Dengan Nutrisi

Anda bisa mengendalikan gejala intoleransi laktosa dengan memilih menu diet yang membatasi produk susu. Berikut panduan umumnya:

Baca labelnya dengan cermat. Laktosa dapat ditemukan di produk susu, yaitu susu, yogurt, dan keju. Produk-produk susu tsb dapat menjadi bahan baku atau komponen dari berbagai macam produk makanan lainnya, seperti kue, roti, daging olahan, hot dog, beberapa pemanis buatan, dan bahkan juga beberapa obat-obatan. Saat membaca label, perhatikan apakah di bagian bahan bakunya atau komponennya terdapat susu, padatan susu, krim, whey, perasa keju, curds, dan bubuk susu tanpa lemak.

Konsumsi produk yang laktosanya telah dikurangi (lactose-reduced). Bagi penderita intoleransi laktosa yang ingin mencoba produk susu, carilah produk yang laktosanya telah dikurangi (lactose-reduced). Banyak toko grosir yang menyediakannya dewasa ini.

Tetap pertahankan makanan rendah laktosa. Kebanyakan orang yang menderita intoleransi laktosa bisa mengkonsumsi cultured dairy products seperti yogurt karena bakteri yang digunakan dalam fermentasi menggunakan sebagian besar laktosa untuk bahan bakar.

Perlahan tambahkan susu ke dalam menu diet Anda. Kebanyakan penderita intoleransi laktosa dapat mengonsumsi susu tanpa rasa tidak nyaman yang ekstrim. Coba ¼ cangkir susu, lalu perlahan naikan jumlahnya. Lama-lama, Anda akan merasakan toleransi Anda terhadap laktosa meningkat. Sebagai pengingat, isilah perut Anda terlebih dahulu sebelum minum susu.

Kalsium bisa didapat dari sumber lainnya. Jika Anda memang sangat sensitive, makanan lainnya yang kaya akan kalsium, seperti brokoli, jus, salmon kalengan, kacang pinto, dan bayam

Konsumsi makanan yang kaya akan vitamin D. Ternyata vitamin D juga dibutuhkan untuk memperkuat tulang, konsumsilah telur, salmon, dan yogurt jika Anda tidak bisa konsumsi makanan yang kaya akan kalsium, kedua nutrisi tsb dibutuhkan untuk memperkuat tulang. Konsultasikanlah ke dokter jika Anda ingin mengonsumsi suplemen.

Selain Pola Makan

Meskipun belum ada obat untuk intoleransi laktosa, ada banyak cara yang bisa Anda coba untuk tetap menikmati produk susu tanpa menderita karena gejalanya. Berikut rekomendasi yang dapat Anda coba:

Coba enzim. Farmasi telah membuat enzim tetes, yang bisa ditambahkan ke susu dan enzim tablet yang bisa dikonsumsi sebelum makan makanan yang mengandung produk susu, untuk membantu tubuh Anda memecah laktosa.

Pertimbangkan probiotik. Probiotik merupakan organisme hidup yang dapat ditemukan di makanan seperti yogurt dan kefir. Anda juga bisa mencoba probiotik dalam bentuk suplemen.

Hindari pengisi laktosa (lactose filler). Jika Anda sangat tidak toleran terhadap laktosa, hindari pengobatan yang mengandung lactose filler. Tanya dokter Anda untuk obat penggantinya.

Lihat uraian lengkapnya di artikel berikut: https://www.deherba.com/apa-itu-intoleransi-laktosa.html