Menu
0 Comments

Mengenal Lebih Dekat Masjidill Aqsha, Saksi Bisu Kisah Perjalanan Isra’ Mi’raj Rasulullah

Bagi umat islam, Masjidill Aqsha menjadi salah satu tempat ibadah terpenting di dunia yang menjadi
sejarah agama Islam setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Dalam Alquran tercatat bahwa
Masjidill Aqsha merupakan tempat dimana Rasulullah naik ke langit untuk menerima perintah Shalat
dari Allah dalam peristiwa Isra’ Mi’raj.
Masjidill Aqsha terletak di bagian dari kompleks bangunan suci kawasan Baitu Maqdis, Kota


Yerussalem Timur. Pada area Masjidil Aqsha terdapat kubah warna hijau yang dikenal juga dengan
Qubatush Sakhra atau Dome Rock dimana bangunan pada kontraktor kubah masjid ini bertujuan untuk melindungi
batu hitam Sakhrah Muqaddasah yang menjadi pijakan Rasulullah saat menuju Sidratul Muntaha.
Tahukah anda bahwa Masjidil Aqsha dan Sakhrah Muqaddasah menjadi bagian yang tidak
terpisahkan dalam sejarah kisah Isra’ Mi’raj Rasulullah SAW? Keduanya dapat diibaratkan seperti
dua sejoli yang memiliki peranan penting dalam sejarah Islam karena menjadi saksi sejarah
perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammada SAW. Masjidil Aqsha pernah menjadi kiblat pertama bagi
umat Islam sebelum perintah Allah datang kepada Nabi Muhammad SAW untuk mengarahkan
kiblatnya ke Baitullah (Ka’bah) di Masjidil Haram.
Perintah Allah untuk shalat menghadap ke Masjidil Aqsha dimaksudkan agar umat islam menghadap
ke tempat suci dalam shalatnya dimana pada saat itu kondisi Masjidil haram masih belum berupa
masjid sedangkan Ka’bah masih dipenuhi dengan berhala yang jumlahnya mencapai 309 buah
dimana berhala tersebut disembah oleh orang Arab sebelum kedatangan Islam.
Saat Isra’ Mi’raj terjadi, Masjidil Aqsha masih belum berupa bangunan masjid seperti saat ini, dimana
Masjidil Aqsha hanya terdapat Qubatush Sakhra yang berupa batu di atas gundukan tanah yang
dipenuhi debu.
Masjidil Aqsha memiliki total luas 144 dunum (satu dunum = 100 m 2 ). Masjidil Aqsha adalah
bangunan tertua kedua setelah Ka’bah di Mekkah serta merupakan tempat suci terpenting ketiga
setelah Mekkah dan Madinah. Kompleks Masjidil Aqsha mampu menampung sekitar 400.000
jemaah, sedangkan untuk Masjid Al Aqsa mampu menampung sekitar 5.ooo jamaah. Bangunan
Masjidill Aqsha memilki kubah berwarna kehitaman atau perunggu, yang didalanya terdapat
Qubbatu Shakhrah, Al-Jmi’, Al-Qibli (inti dari masjid Al-Aqsha) dan Musholla Al-Marwani.
Di dalam area Masjidil Aqsha terdapat sekitar 60 kompleks peninggalan sejarah, dimana komplek-
komplek Masjidil Aqsha tersebut dikelilingi oleh tembok-tembok yang mengitarinya.Peninggalan
sejarah yang terdapat pada Masjidil Aqsha berasal dari masa Kesultanan Umayyah pada abad ke 7
Masehi.
Berikut adalah bangunan yang ada dalam area kompleks Masjidil Aqsha :
– 14 pintu
– 4 Menara
– 6 masjid
– 14 kubah
– 12 madrasah

– 2 beranda
– 9 gapura
– 13 air mancur
Demikian ulasan mengenai Masjidil Aqsha yang mana adalah saksi bisu kisah Isra’ Mi’raj Nabi
Muhammad. Semoga suatu hari nanti kita bisa berkunjung dan melaksanakan ibadah ke wilayah
yang menjadi salah satu sejarah Islam tersebut. Amiin. Ingin membuat kubah masjid ? kami https://www.produsenkubahmasjid.com melayani pembuatan kubah masjid enamel dan galvalum