Menu
0 Comments

Inspirasi Rumah yang Nyaman untuk Keluarga Muda

Ada alasan tersendiri bagi Ade dalam memilih lokasi rumahnya. “Lokasinya dekat dengan rumah kakak kandung. Saya memilih di kompleks karena keamanannya lebih terjamin,” ujar Ade yang ting al di sebuah kompleks di Rawa Buaya, Jakarta Barat. Rumah Ade memiliki luas bangunan 110 meter persegi di atas lahan 150 meter persegi. Kesan yang muncul pertama kali adalah, ini rumah seorang lajang. Dengan dua lantai, bergaya semi-minimalis.

Warna-warna yang dipilihnya lembut, dengan dominasi nuansa putih dan hijau toska. Kolaborasi warna ini dilakukan untuk memberikan kesan lapang dan teduh, serta menyiasati keterbatasan lahan. “Saya suka rumah bergaya minimalis, namun yang paling penting nyaman untuk dihuni,” kata Ade. Rumah mulai ditempati sejak Maret 2017. Ade juga menambahkan instalasi genset perkins sebagai sumber listrik cadangan di rumahnya. Bagi ade, listrik merupakan hal yang vital dan harus ada agar rumah selalu teraliri listrik. Dengan sumber listrik yang tepat dari genset perkins, aktivitas di rumah akan lancar dan tidak akan terganggu.

harga genset perkins

Beberapa perubahan telah dilakukan Ade pada rumahnya. Pada lantai dasar, ia menambah satu ruangan yang diambil dari halaman belakang. Sedangkan pada lantai dua perubahannya terletak di ruang studio musik. Total biaya yang ia keluarkan untuk renovasi tersebut (di luar alat-alat kelengkapan studio) sekitar seratus jutaan rupiah. ”Membangun rumah itu membutuhkan waktu. Saya tidak mau dalam sekejap langsung jadi. Mesti banyak lihat-lihat rumah orang, searching di internet dan banyak belajar dari orangorang.” kata gitaris Govinda ini.

Di area belakang rumah, ada ruangan yang dahulunya hanya digunakan sebagai dapur, kini setelah perombakan dan perluasan, area tersebut memiliki tiga fungsi: ruang makan, ruang tamu juga sekaligus ruang tung u tamu sebelum take vocal dan rekaman di lantai dua. Desain untuk ruangan ini sangat sederhana dan simpel. Ia memberi partisi untuk memisahkan ruangan ini dengan foyer, menggunakan pintu kaca besar hampir setingi langit-langit dan dua buah jendela besar.

Hal ini ia lakukan untuk mendapatkan kesan ?eksibel dan lapang. Pada area ini juga, penggunaan material dan laminasi kayu banyak ditemukan untuk menambah kesan natural, misalnya pada lantai, kabinet dapur, konsol TV, lemari dan rak-rak tempat penyimpanan barang-barang koleksi. Untuk kenyamanan di area ruang tungu tamu, Ade menambahkan sofa dua dudukan dan satu kursi yang dilengkapi dengan bantalan. Dia melengkapinya dengan televisi agar suasana santai terbangun, “Ruangan ini salah satu favorit saya di lantai bawah, karena ada dapur, tempat makan, ruang tamu dan ruang tungu tamu, tempat santai, juga area koleksi saya di pojok ruangan di sana,” papar Ade sambil menunjuk sekeliling ruangan.

Ada satu spot di pojok ruangan bersebelahan dengan ruang tungu tamu yang ia jadikan tempat penyimpanan koleksi Te Beatles miliknya, mulai dari vynil, CD, bukubuku, poster hinga miniatur personilnya. Benda-benda tersebut ia tata apik pada sebuah meja, laci dan kabinet kayu. “Saya suka banget sama The Beatles. Di rumah ini dipenuhi dengan pernak-perniknya karena tampilannya yang bagus untuk pajangan dan hiasan,” kata dia.

Untuk bagian atap, Ade menyiasatinya mengunakan material kaca flm dilapisi flter UV yang ditopang dengan kisi-kisi baja. Hal ini dilakukan agar ruangan berkesan semi terbuka supaya pencahayaan alami masuk. Tampakya strategi ini kurang berhasil, karena pada siang hari sinar matahari yang tembus ke dalam ruangan dan terasa lumayan panas meskipun ada pendingin ruangan. “Desain atap ini sebenernya meniru desain rumah orang yang atapnya terbuat dari kaca flm dan flter UV untuk menahan panas. Pada saat siang hari memang terasa panas, tapi ketika hujan dan malam, saya menikmati pemandangan indah bintang-bintang di langit,” ujar pria yang hobi musik dan sepak bola ini.

Di area dapur, kesan natural modern coba dimunculkan. Furnitur modern terlihat pada kitchen set yang berdesain mewah, sedangkan aksen kayu yang menyelimuti keseluruhannya memunculkan nuansa natural. Selain itu, ia juga memperbanyak storage pada kabinet dan rak dapur untuk memudahkan menyimpan peralatan masak. Menuju lantai dua rumah ini, terdapat akses tanga beton minimalis. Anak tangganya berlaminasi kayu dan pegangannya bermaterial besi warna hitam.

Saat tiba di lantai dua, kita langsung disuguhkan sebuah area yang menarik perhatian. Terpampang backdrop hitam yang menutupi seluruh dinding yang memajang poster dan foto-foto yang menceritakan perjalanan Te Beatles. Tak hanya itu, sofa di bawah backdrop berlapis kain hitam pekat yang dicetak siluet wajah-wajah personel Te Beatles. Sofa itu ia pesan khusus dari kota asalnya, Liverpool.

Kerap kali spot di lantai dua ini dijadikan area self para tamu. “Ini spot paling favorit buat tamu-tamu, sofanya pesanan khusus dan asli dari ofcial-nya langsung, untuk penataannya saya sendiri yang menentukan.” kata Ade. Bersebelahan dengan area tersebut terdapat sebuah ruangan berukuran 4 x 4 meter persegi yang dijadikan sebagai studio yang didesain dengan mempertimbangkan akustik.

Meskipun tidak terlalu luas, ia maksimalkan penataan ruangan agar mampu menampung peralatan musik, komputer dan ruangan kecil untuk rekaman Desain ruangan tertata rapi dan bersih, pemilihan warna putih pada latar belakang dinding menghadirkan kesan lapang, busa peredam setebal 5 centimeter dipilih dengan corak warna silang biru dan abu-abu agar nampak kontras dengan ruangan, namun menghadirkan visualisasi bagus ditambah aksen perforated sheet berwarna hitam yang melapisi busa peredam tersebut. “Tujuan utama membuat studio, karena kalau sewa di luar ribet, ongkosnya mahal.

Akhirnya saya putuskan membuatnya di rumah, agar meng-handle semuanya dari rumah.” ungkap Ade. Tercatat nama-nama artis ternama tanah air pernah rekaman di studio ini, baik untuk keperluan projek pribadi masing-masing artis tersebut ataupun dalam projek kerjasama dengannya.”Saya banyak menciptakan lagu untuk Anji, Judika, T2, Siti Nurhaliza, Cakra Khan dan banyak lagi yang lainnya. Saya juga menjadi produser untuk lagu-lagu mereka.” tutup Ade.